kabargolkarkepri.id, Bintan – Edwar Don, yang akrab disapa Don, mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Teluk Sebong periode 2025-2030. Ia terus mendorong penguatan organisasi dan konsolidasi kader Partai Golongan Karya (Golkar) di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Bergabung dengan Partai Golkar sejak 2007, ia telah melalui berbagai jenjang kepengurusan hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Teluk Sebong sejak 2017.
Bagi Don, perjalanan panjang di Partai Golkar merupakan bagian dari proses pengabdian dan tanggung jawab untuk membesarkan partai sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman berorganisasi yang dimilikinya menjadi bekal untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sebelum menjabat sebagai Ketua PK Golkar Teluk Sebong, Don pernah menjadi Sekretaris Pimpinan Desa (Pimdes) Kelurahan Kota Baru periode 2007–2012, kemudian Sekretaris PK Golkar Teluk Sebong periode 2012–2017. Ia juga pernah menjadi anggota Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Kabupaten Bintan pada 2020.
Di luar aktivitas politik, Don yang berprofesi sebagai pegawai swasta juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia menjabat sebagai Ketua Rampai Nusantara Kabupaten Bintan dan Ketua Persatuan Keluarga Minang Simpang Lagoi. Selain itu, ia pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kota Baru, Sekretaris KNPI Teluk Sebong, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Teluk Sebong, serta pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kecamatan Teluk Sebong.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Don memiliki visi menjadikan Partai Golkar sebagai partai modern, militan, dan solid, sekaligus menjadi rumah perjuangan bagi pengurus serta organisasi yang kehadirannya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menempatkan transformasi digital sebagai salah satu program prioritas. Menurutnya, penguatan organisasi perlu didukung dengan pendataan kader yang terstruktur hingga tingkat desa serta pengaktifan media sosial partai sebagai sarana komunikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Selain itu, Don menekankan pentingnya konsolidasi secara berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah mengaktifkan rapat bersama Pimpinan Desa (PD) dan Pimpinan Kelurahan (Pimlur) guna memperkuat koordinasi, menyamakan langkah, serta memastikan program partai berjalan di seluruh tingkatan.
Ia juga berkomitmen merangkul seluruh elemen yang memiliki peran dalam membesarkan partai, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh senior, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, termasuk Gen Z.
Menurut Don, konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pertemuan formal. Pengurus juga perlu memahami tugas dan fungsi masing-masing agar mampu menjalankan peran secara nyata di tengah masyarakat.
“Pengurus terpilih perlu diberikan pelatihan hingga tingkat desa agar memahami tugas dan fungsi mereka di tengah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan keberadaan dan manfaat Partai Golkar,” ujarnya.
Golkar Harus Menjadi Rumah Besar bagi Kader dan Masyarakat
Don berharap Partai Golkar dapat terus berkembang sebagai rumah besar yang mampu mengayomi seluruh kader, sekaligus memberikan ruang bagi mereka yang telah bekerja dan berjuang membesarkan partai.
Ia menilai perhatian terhadap kader, khususnya mereka yang aktif bekerja di tingkat akar rumput, menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas organisasi. Kader yang telah memberikan tenaga dan kontribusi perlu mendapatkan perhatian sesuai bidang dan perannya.
“Golkar harus menjadi rumah besar yang dapat mengayomi dan memperhatikan kesejahteraan kader sesuai bidangnya. Siapa yang berkeringat dan bekerja di akar rumput harus diperhatikan. Jangan sampai kader militan merasa menjadi tamu di rumahnya sendiri,” ungkapnya.
Selain memperkuat internal organisasi, Don menegaskan pentingnya kepekaan partai terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Baginya, kehadiran partai tidak boleh sebatas menjalankan agenda organisasi atau kegiatan politik, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Ia ingin Golkar hadir sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, memperoleh solusi, serta menyuarakan berbagai persoalan daerah melalui kader dan legislator Partai Golkar.
Amanah sebagai Tanggung Jawab yang Harus Ditunaikan
Bagi Don, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua PK Golkar Teluk Sebong merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Amanah adalah hutang yang harus ditunaikan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader untuk bersama-sama menjadikan Partai Golkar sebagai rumah aspirasi masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kerja nyata menjadi modal penting untuk menjaga hubungan antara partai dan masyarakat.
Kepada masyarakat, Don menegaskan komitmennya agar Golkar hadir untuk mengayomi, memberikan solusi, menjaring aspirasi, serta menghimpun berbagai isu di daerah untuk disampaikan kepada legislator Partai Golkar.
Ia juga berpesan kepada seluruh kader di Kecamatan Teluk Sebong agar terus bekerja dengan penuh semangat dalam membangun kepercayaan dan meraih simpati masyarakat.
Target Pertahankan Kemenangan pada Pemilu 2029
Menatap Pemilu 2029, Don menegaskan bahwa kepengurusan PK Golkar Teluk Sebong akan berupaya mempertahankan posisi Partai Golkar sebagai pemenang sekaligus meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Ia mengakui target tersebut membutuhkan kerja bersama, konsolidasi yang konsisten, serta keterlibatan aktif seluruh kader hingga tingkat paling bawah.
Bagi Don, mempertahankan capaian partai tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman atau kekuatan struktur organisasi. Seluruh kader harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan menunjukkan manfaat nyata melalui kegiatan serta pengabdian.
Dengan mengedepankan transformasi digital, penguatan struktur organisasi, regenerasi, dan kedekatan dengan masyarakat, Don berkomitmen membawa PK Partai Golkar Kecamatan Teluk Sebong terus berkembang sebagai organisasi yang solid dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Baginya, keberhasilan partai bukan hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari sejauh mana partai mampu menjaga kepercayaan kader dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (UA)