kabargolkarkepri.id, Tanjungpinang – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dewi Kumalasari Ansar, menegaskan bahwa kualitas dan mutu produk menjadi faktor penting dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Menurut Dewi Ansar, UMKM naik kelas merupakan proses transformasi usaha agar semakin tangguh, mandiri, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diselenggarakan TVRI Kepri di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan bertema “Menjaring Suara Ekraf Daerah untuk Dunia” tersebut membahas berbagai potensi dan tantangan industri kreatif di Provinsi Kepri.
“Saat ini Provinsi Kepri memiliki banyak produk ekonomi kreatif atau ekraf yang menjadi andalan dalam dunia industri dan kerajinan di Provinsi Kepri,” ujar Dewi Ansar.
Ia menjelaskan, berbagai produk kriya khas Kepri memiliki motif, ciri khas, identitas, serta cerita tersendiri yang menjadi nilai tambah dan pembeda di tengah persaingan pasar.
Namun, menurutnya, keunikan produk perlu diimbangi dengan kualitas bahan, hasil produksi, desain, serta kemasan yang menarik agar mampu meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen.
“Tidak hanya nilai-nilai yang terkandung dalam setiap produk, kualitas barang dan mutu yang dihasilkan, baik dari bentuk maupun packaging, juga menjadi penentu agar produk tersebut dapat naik kelas,” jelasnya.
Dewi Ansar menambahkan, keberhasilan produk UMKM menembus pasar nasional maupun internasional juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan Provinsi Kepri melalui produk-produk unggulan daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, Dekranasda Provinsi Kepri terus mendorong pengembangan kreativitas dan peningkatan kualitas produk para pelaku UMKM melalui berbagai program pembinaan.
“Seperti dengan rutin memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM, sosialisasi, serta pelatihan agar UMKM di Kepri tidak hanya menjadi UMKM yang naik kelas, tetapi juga mampu go international,” ungkapnya.
Ia optimistis, inovasi yang berkelanjutan serta kualitas dan mutu produk yang terjaga dapat membuka peluang lebih luas bagi ekonomi kreatif Kepri untuk menembus pasar internasional. Momentum WCCE 2026 juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada dunia.
Dewi Ansar pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan produk unggulan daerah agar semakin dikenal luas.
“Untuk mewujudkannya, marilah kita bersama-sama berkolaborasi dan berjalan beriringan, baik pemerintah, swasta, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk menjadikan produk UMKM di Provinsi Kepri sebagai produk unggulan yang tidak hanya terkenal di daerah, tetapi juga nasional dan internasional,” tegas Dewi Ansar.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kepri Menyapa TVRI Kepri tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Riki Rionandi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Ardhinues, serta Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Kepri Indrawati Sugiatiningsih.
Diskusi tersebut dipandu oleh pembawa acara TVRI Kepri, Muliya Norvida, sebagai wadah untuk menghimpun gagasan dan masukan dari berbagai pihak dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Kepulauan Riau.
Sumber: kepriprov.go.id